Postingan

10 MENIT GAK PAKE LAMA

Gambar
Seperti biasa di sore hari saat terdengar kumandang adzan ashar dari masjid komplek rumah, anak-anak saya giring untuk mandi, persiapan sholat dan mengaji di TPQ. Kerempongan sore pun dimulai sesaat setalah duo laki masuk kamar mandi seperti biasa si adek cewek pingin ikut juga mandi bareng mas-masnya. Disinilah emak mulai dilema, duh kalau mereka mandi bareng kan enak sekalian rempong mandiin anak 3 selesai bareng udah beres. Trus ingat kalau mereka kudu dibiasakan malu sama aurat dan aware sama gender mereka. Sesekalinya emak melanggar doktrinnya sendiri dan seperti biasanya Mas Nizam tuh yang paling kritis dan suka protes. "Loh Maa, cowok ya sama cowok, cewek sama cewek, gak boleh cowok cewek mandi bareng" Kadang si emak ini masih suka memaksakan kehendak ketika waktu mepet. "Kali ini ndak papa Mas, kan ada Mama yang ngawasi" Udah kalau kalimat sakti itu keluar anak-anak ndak ada yang bisa mengelaknya.  Intinya adalah  "harus ada ...

GAME LEVEL 2: MELATIH KEMANDIRIAN ANAK

Gambar
Alhamdulillah tidak terasa sudah memasuki bulan kedua tantangan belajar di kelas Bunsay kali ini. Saatnya belajar hal baru dan terus memperbaiki kualitas diri hari demi hari.  Bismillah... Kebetulan tema tantangan bulan ini tentang "Melatih Kemandirian Anak". Dan pada tantangan kali ini saya akan mencoba mengeksplor anak tangah saya, Bang Ilham  homeschooler  berzodiak Libra berusia 5 tahun.  Ini dia Bang Ham lagi naik kuda Membersamai tiga anak dengan jarak yang berdekatan membawa tantangan tersendiri bagi saya terutama dalam hal melatih kemandirian. Ilham lahir saat kakak pertamanya berusia 1,5 tahun bisa dibayangkan betapa mereka berdua terlihat "unda undi" dari segi fisik dan saat ini hampir si adek menyalip si Mas dalam hal postur tubuh. Untuk urusan kemandirian jangan salah, justru si adek ini terlihat lebih mandiri pada masa awal-awal balita dulu. Dia lebih sering bermain sendiri, mencoba untuk belajar jalan sendiri, eksplorasi ...

LISTEN WITH YOUR HEART

Gambar
MENJADI PENDENGAR YANG BAIK Setelah melalui 17 hari tantangan Komunikasi Produktif yang secara tertulis hanya bisa di publikasikan dalam 14 hari walaupun fakta dilapangan sebenarnya jauuhh lebih panjang ceritanya mugkin dalam sehari bisa jadi bahan tulisan untuk satu minggu 😆 saking banyaknya percakapan dan interaksi saya bersama anak-anak.  Dari proses tantangan tersebut, saya terutama yang selama ini paling gampang memproduksi kata alias cerewet kembali belajar bahwa siapapun jika ingin menjadi pembicara yang baik, memproduksi output kata yang baik, maka terlebih dulu jadilah pendengar yang baik. "A good speaker is a good listener" Sebuah kutipan terkenal dalam dunia public speaking yang dulu sering diucapkan berulang-ulang oleh coach debate kami saat latihan. Kalimat tersebut selalu menjadi reminder bahwa saat tim lawan sedang menyampaikan argumennya kita harus mendengarkan dengan baik tiap poin yang disampaikan, bahkan sampai harus mencatatnya. S...

DAY THIRTEEN : 30 MENIT LEBIH DEKAT DENGAN MAS NIZAM (PART 1)

Gambar
Pada beberapa hari sebelumnya saya pernah share tentang keistimewaan anak mbarep saya yang satu ini. Hingga saya memutuskan untuk meluangkan 30 menit minimal dalam sehari untuk bersamanya, fokus padanya, mengobservasinya, menyelami perasaannya, dengan harapan bisa mengisi kembali memori seproduktif mungkin untuknya.  Kali ini sepulang sekolah saya mengajak Mas Nizam bermain peran. Peran yang sekiranya menjadikan dia pusat perhatian dan memiliki kuasa pada permainan ini.  Ceritanya Mas Nizam menjadi guru, saya dan kedua adiknya menjadi murinya. Pelajaran kali ini adalah berhitung yang notabene kesukaan dia. Dengan semangat dia mengambil meja buku dan pensil kemudian menulis beberapa soal. Kami pun juga berperan menjadi murid yang baik saat itu. Duduk memperhatikan  Pak Nizam yang kemudian memberikan pertanyaan pada kami. "Ayo siapa yang paling cepat jawab dapat 1 bintang" Dengan PD nya dia mengarahkan kami. Saya seolah melihat sisi lain Mas Nizam yan...

DAY TWELVE : OBSERVASI SI MBAREP

Gambar
Masih edisi mengobservasi si mbarep yang memang terlihat sangat berbeda. Walupun secara kasat mata sifat kedua anak cowok saya sedikit mirip, namun jelas terdapat perbedaan yang signifikan. Awalnya dulu saya mengira memang fase usianya yang memposisikan dia seperti saat ini, mudah bosan, lebih senang bermain dibanding membaca buku pelajaran, lebih suka lari-lari daripada duduk tenang di bangku kelas, mengamati teman-temannya daripada mendengarkan gurunya, mengganggu yang lain daripada menulis dan lain sebagainya. Semua itu bukan asal cerita dari guru kelas atau teman sekelasnya, melainkan saya sendiri sudah sering mengamati langsung apa yang sebenarnya dia kerjakan di kelas.  Beberapa hari saya luangkan 10-15 menit di tengah pelajaran atau sebelum pulang sekolah untuk mengintip ke dalam kelas Mas Nizam dari luar jendela. Dalam durasi waktu itu saya juga pernah mengamati seluruh kelas memang sesekali riuh dan gaduh, namun ketika Guru memberikan arahan seketika kelas t...

DAY ELEVEN: DEMAM BULU TANGKIS

Gambar
Tanpa terasa hari ini sudah memasuki hari ke 11 saya mencoba mengisi hari-hari membersamai anak-anak dengan culture komunikasi produktif. Setiap harinya ada saja hal yang menarik dan layak untuk dibagi. Semakin hari anak tumbuh menjadi pribadi yang baik dan menyenangkan dengan vitur unik mereka masing-masing. Alhamdulillah salah satu hal yang berubah signifikan dalam hal kebiasaan sehari-hari adalah "bermain HP". Sepertinya kali ini kami berhasil untuk mengalihkan perhatian anak-anak dari benda kecil dengan radiasi tinggi itu. Anak-anak mulai lebih senang mencari dan bereksplorasi dengan hal baru yang ada di sekitarnya. Seperti dua hari ini Sabtu dan Minggu ekplorasi ada pada kemampuan mereka bermain badminton. Siapa yang tidak suka badminton? Gema olahraga ini kembali populer setelah berhasil meraih banyak medali dalam ajang Asian Games 2018. Euforia itupun sampai pada anak-anak saya setelah playdate bersama sepupu mereka Sabtu kemarin. ...

DAY TEN: MASIH ADA KEJUTAN DARI SI SULUNG YANG LUAR BIASA

Gambar
Belum bisa move on dari beberapa hari yang lalu dimana Mas Nizam bikin burung kertas ditengah pelajaran dan tidak mau nulis.  Siang tadi sepulang sekolah lagi-lagi saya dapat "kejutan" baru. Entah kenapa sejak pagi tuh kayak pengen aja anterin Mas Nizam berangkat sekolah seperti biasanya walaupun sempet tersirat nyuruh dia naik sepeda aja dan kebetulan doi keberatan berangkat sendiri jadi saya antarkan seperti biasa.  Jam pulang sekolah pun tiba, seperti biasa saya dan rombongan (Baca: emak dan 2 anak balita) udah nangkring di depan pagar sekolah. Kali ini agak beda karena posisi motor saya parkir di samping gerbang sekolah yang tempatnya lumayan teduh dan agak tersembunyi tapi bisa langsung lurus melihat ke kelas Mas Nizam. Saya dan 2 krucils nongkrong di atas motor sambil memandangi pintu kelas 1C yang masih tertutup. Tidak lama kemudian pintu dibuka dan beberapa anak kelas lain juga sudah mulai keluar dari kelasnya. Mas Nizam pun mulai terlihat keluar d...